Sabtu, 25 Juli 2020

Siapa suruh datang Jakarta

Siapa suruh datang jakarta πŸ˜‰πŸ˜‰ siapa suruh datang jakarta auto nyanyi . Jakarta itu kejam mas bro dan mba sis,

Yaps Itulah awal mula kaki ini menginjakan ke jakarta awalnya seh mau ikutan Seleksi penerimaan mahasiswa Siemens,tau khn Siemens produsen HP yang sempat booming diera nya hihihj jadi ketahuan kan usia berapa... Rencana tinggal rencana manusia hanya bisa merencanakan disaat Dua hari sebelum tes dikabari kalau Ayah meninggal.sempat drop karena penyemangat cuman dari Ayah seorang jadi tes benar benar ngeblank kepikiran dikampung dan memang belum rejeki gagal diseleksi tes kesehatan mata karena mata minus.

Alhamdulillah akhirnya ada panggilan kerja jadi Sales Promotion Girl dan ditempatkan di cabang Bogor karena belum pernah menginjakan kaki di bogor maka pertama kerja diantar adik sepupu. Kebetulan tiap awal bulan selalu meting dipusat karena terburu buru mengejar Kereta Api maka sepatu high heels sampai nyangkut karena berdesak desakan alhasil cuman pakai sepatu sebelah sampai ke stasiun tebet disitu lah saya merasa Jakarta itu kejam karena semua orang individual πŸ˜…πŸ˜…
Alhamdulillah dari sales promotion girl saya bisa melanjutkan pendidikan kuliah mulai banyak teman dan banyak info lowongan kerjaan dari situ mulai loncat loncat kerjaan dari sales promotion girl pindah kerja ke telemarketing kemudian dipanggil di perusahaan yang bergerak di bidang trading karena masih polos waktu itu dijanjikan untuk posisi customer service tidak perlu saya sebutkan perusahannya cuman waktu itu sempat booming di google πŸ˜…tapi kenyataan  tidak sesuai dengan harapan, ternyata kita di perusahaan itu disuruh mencari orang yang mau ikut menanamkan modal disitu tidak bertahan lama alhamdulillah dapat pekerjaan di call center tapi diperusahan call center walaupun perusahaan kecil akan tetapi kebersamaannya berasa seperti keluarga,bertahan kurang lebih 2 tahun karena client mau buka call center sendiri tidak menggunakan jasa agensi call center .

Dan pemberhentian terakhir saya di customer service perusahaan Otomotif.

Walaupun jakarta itu kejam tapi saya banyak belajar saya beruntung berkecimpung didunia customer service karena memang dunia saya berhubungan dengan banyak orang saya bisa belajar dari satu orang yang saya temui.

Pernah saya menangani kasus komplain dan customer nya tidak mau dilayani sama orang lain harus saya yang menangani maka seharian full mengikuti dan mendengarkan customer tersebut.

Jadi bersyukur lah apapun itu pekerjaannya apalagi disaat seperti sekarang ini pasti lebih kejam lagi dimana banyak orang yang terkena dampak dari wabah ini,banyak yang dirumah kan tetap semangat untuk para pejuang pencari nafkah tetap sehat semoga wabah pandemi ini segera berakhir.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar